Angin berhembus dengan kencang-nya menembus sweater hitam
tipis milik-ku. Entahlah, Cuaca cepat sekali berubah. Padahal 5 menit yang lalu
matahari masih hangat memancarkan sinar-nya, dan sekarang bukan-nya panas yang
seharusnya menyerang, tapi malah angin dingin yang sangat membeku-kan yang
berhembus siang ini. Beku seperti sebuah bongkahan es besar yang tak tersinari.
Beku seperti stalaklit tajam yang bisa melukaimu. Ya, Beku seperti hatinya.
Showing posts with label Cuaca Hati. Show all posts
Showing posts with label Cuaca Hati. Show all posts
Friday, February 8, 2013
Thursday, January 24, 2013
Cuaca Hati : Hujan Sore Itu
Aku selalu bingung. Bingung apa yang harus aku lakukan ketika
dia tiba-tiba pergi. Dia bilang dia tidak akan pernah pergi meninggalkan-ku.
Dia bilang dia akan selalu ada untuk-ku. Tapi hujan sore hari waktu itu,
menjadi saksi bahwa dia mengingkari janjinya.
Cuaca Hati: Malam Berbintang
Suara gemuruh air
membangunkanku. Ya, aku ingat sejak 1 hari yang lalu aku sudah berada di sini.
Tinggal bersama alam, hanya terhalangi oleh kain tenda tempat ku berada
sekarang. Dingin. Malam yang sangat dingin. Sebuah jaket tebal pun tak mampu
menghalau dingin ini. Dingin nya malam, dan perasaanku. Aku bergegas keluar
tenda untuk menikmati malam ini. Ketika aku melihat jam tanganku, ternyata
sekarang sudah pukul 1 pagi. Suara-suara binatang malam menghibur telinga.
Membuat sebuah irama ceria yang membuat hati gembira. Bau rumput yang basah
karena hujan tadi sore membuncah di penciuman. Wangi yang khas. Selalu
membuatku semangat, dan berangan tentang impian masa depan.
Subscribe to:
Posts (Atom)


